Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

bisikan

Hari ini, ketika aku akan makan terdengar suara "Jika kamu makan, aku akan murka, akan ku beri sakit dan nyeri di lidahmu itu". Oiya, di lidahku kan ada sariawan, dibuat berbicara saja lidahku sudah sakit apalagi makan, tetapi, perutku sangatlah lapar.  Akhirnya aku mengambil segelas air putih dan menengguknya. Cekit cekit. Sakit sekali ketika sang air melewati sariawan yang meradang. "HAHAHA rasakan itu, baru minum air putih sudah sakit, kan. Apalagi jika kau makan" oh suaranya sangat menggelegar.  Aku pun memilih untuk rebahan diatas kasur empukku sambil menahan rasa lapar di perutku. Beberapa saat aku rebahan, terdengar suara lain.  "Hai, mengapa kau tidak makan? Jika kau tidak makan, aku akan marah dan membuatmu merasakan sakit hingga kamu tidak bisa masuk kerja atau bahkan masuk rumah sakit, karena jika aku sudah benar-benar marah, ketika kamu makan aku akan menolaknya dan mengeluarkannya kembali"  Suara itu terdengar lebih menggelegar  Ternyata, itu ...

Bu Asri

Saya punya seorang kenalan, sebut saja Bu Asri. Beliau adalah seorang Ibu yang sangat baik kepada keluarganya, maupun kepada saya.  Saya adalah seorang pekerja pabrik yang kebetulan kos di rumahnya. Setiap pagi, beliau selalu memberikan saya sarapan, pernah saya menolak, tetapi, beliau selalu memaksa untuk saya menerima makanan darinya.   Tak hanya itu, terkadang beliau juga sering mengajak saya dan teman-teman kos untuk berlibur. Ah, saya sangatlah bersyukur, selain kos di rumah beliau murah, beliau adalah seorang yang baik dan loman.  Tapi, orang sebaik Bu Asri, rupanya mempunyai musuh yang sangat jahat, bahkan sampai mengancam untuk membunuh Bu Asri. Saya pun sedikit tak menyangka dan juga khawatir kalau sosok itu memang benar-benar akan membunuh Bu Asri. Lantas, saya terheran, mengapa orang seperti Bu Asri harus mempunyai musuh yang se keji itu ?  Beberapa hari yang lalu, Bu Asri tidak terlihat batang hidungnya. Yang setiap pagi memberiku sarapan kini tak terliha...

Makhluk terjahat di muka bumi

Kau adalah makhluk terjahat yang ada di muka bumi ini.  Dulu, aku dan dia hidup bahagia. Kami sering bertemu, menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama, kemana-mana bersama walupun saat itu, dia belum status menjadi "Pacar". Tapi, satu hal, aku paling senang melihat senyuman manisnya itu. Hingga pada akhirnya, dia berkata akan menikahiku dan aku sangat senang waktu itu. Pada akhirnya kami telah menentukan tanggal pernikahan.  Namun, kau datang, dan semenjak kau datang, kami tak bisa bertemu, tak bisa mengahabiskan waktu bersama, bahkan kini tak bisa melihat kembali senyum manisnya. Dan bahkan, dia juga menunda pernikahan kami.  Kau memang makhluk bumi terjahat, kau memang bisa menghancurkan segalanya, kau pandai dalam merebut kebahagiaan orang lain.  Tak bisa bertemu, karena harus jaga jarak. Senyuman yang dahulu terlihat manis, kini tertutup masker, pernikahan yang akan dilaksanakan satu bulan ke depan harus ditunda karena tak boleh untuk berkumpul. Oh Corona, kap...

Wajah Pas pas an

Nasib Jadi Orang Berwajah Pas-pasan Beberapa orang (termasuk saya) sering menyalahkan keadaan karena berwajah pas-pas an. Apalagi kalau kita berada di suatu komunitas atau forum hanya kita yang berawajah pas-pas an, lainnya cantik-cantik, terus mereka setiap hari cerita,  “Eh tadi ada yang tiba-tiba chat aku lo”  “Eh tadi ada yang minta nomerku lo”  “Eh tadi aku habis jalan sama si A” Gak lama kemudian mereka jadian.  Dan cuma kita yang tidak dilirik, yang lain pada pacaran, kita diem ngaplo.   Pada saat bercermin kita malah insecure, oh iya pantesan wajah aku emang pas-pas an.  “jerawat sana sini”  “bopeng sana sini”  “gigi gak rata”  “terlalu gendut”  “terlalu kurus”  Mau perawatan uang juga pas-pas an. Hingga akhirnya kita mikir, ah apa mungkin memang tidak ada yang mau sama kita ? Dan akhirnya kita membenci diri kita sendiri.  Tapi, tahu gak guys, dengan kita membenci diri sendiri, justru kita akan terlihat semakin tid...

Usia Remaja

Kini, umurku 13 tahun. Saat itu aku menginjak kelas 1 SMP. Masa-masa remaja yang kebanyakan dari mereka sudah mempunyai pacar. Ah, tapi aku tak merisaukan hal itu dan tak terlalu (ingin) seperti mereka. Hal itu terjadi hingga aku kelas 3 SMP.  Tiga teman dekatku mulai sering membicarakan "cowok" mereka masing-masing. Katanya, mereka kenal melalui sosial media, salah kirim sms atau mengirim surat cinta antar kelas atau sekelas. Konyol memang.  Hanya aku yang tidak pernah membicarakan seorang "cowok" toh aku kan juga tidak mempunyai pacar.  Setiap hari, setiap waktu dan setiap saat mereka terus membicarakan tentang cowok mereka masing-masing. Aku hanya bisa diam dan  seperti tak dianggap. Ah, rasanya ingin aku berteman dengan mereka lainnya yang hanya fokus untuk sekolah bukan untuk pacaran. Tetapi, ketahuilah , di Sekolah ini untuk mencari teman tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Sebagai wanita normal wajarlah jika aku juga ingin mempunyai pacar. Tetapi, ...