Usia Remaja

Kini, umurku 13 tahun. Saat itu aku menginjak kelas 1 SMP. Masa-masa remaja yang kebanyakan dari mereka sudah mempunyai pacar. Ah, tapi aku tak merisaukan hal itu dan tak terlalu (ingin) seperti mereka. Hal itu terjadi hingga aku kelas 3 SMP. 

Tiga teman dekatku mulai sering membicarakan "cowok" mereka masing-masing. Katanya, mereka kenal melalui sosial media, salah kirim sms atau mengirim surat cinta antar kelas atau sekelas. Konyol memang.  Hanya aku yang tidak pernah membicarakan seorang "cowok" toh aku kan juga tidak mempunyai pacar. 

Setiap hari, setiap waktu dan setiap saat mereka terus membicarakan tentang cowok mereka masing-masing. Aku hanya bisa diam dan  seperti tak dianggap. Ah, rasanya ingin aku berteman dengan mereka lainnya yang hanya fokus untuk sekolah bukan untuk pacaran. Tetapi, ketahuilah , di Sekolah ini untuk mencari teman tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

Sebagai wanita normal wajarlah jika aku juga ingin mempunyai pacar. Tetapi, aku teringat pada perkataan teman lelaki yang sekelas denganku

"Wajarlah kamu tidak punya pacar. Mana ada cowok yang mau sama kamu. Lihat mukamu!" Ucapnya dengan nada tinggi yang kemudian menunjukkan ekspresi jijik. 

"Sudah hampir 9 tahun sekolah tetapi mulutnya seperi tidak pernah di sekolahkan" Gerutuku dalam hati dan  kemudian aku menyumpahinya di dalam hatiku agar dia mendapat kesialan setelah itu. Semesta mendengar sumpahku saat dia pulang sekolah tak sengaja tertabrak motor dan mematahkan tangan kirinya yang mengharuskan untuk di gips. Oh tidak, aku tak mau dicap sebagai si pahit lidah, aku juga berjanji dengan diriku sendiri untuk tidak lagi menyumpahi orang. 

Walaupun begitu perkataan itu yang selalu membuatku inscure. Apa memang benar yang dikatakannya ? Sambil aku melihat wajah buruk itu di depan cermin. Wajah yang tidak secantik mereka. Terbukti saat aku dan temanku lewat di depan beberapa lelaki yang digoda hanya temanku saja. Semakin insecure saja diri ini. Seburuk itukah wajahku ? 
Pernah, salah satu temanku yang mendapat cowok dari social media menyarankan agar aku memasang foto di social mediaku dengan foto yang cantik (editan) aku pun mengikutinya, dia yang mengeditnya. 
Beberapa cowok memang tertarik dan semuanya kabur setelah kami bertemu. Konyol sekali. 

Suatu ketika aku akan pergi bermain dengan ke tiga temanku ini (ternyata aku masih dianggap teman) Mereka mengenakan pakaian yang terbuka. Ada yang memakai dress di atas lutut berwarna merah dengan memperlihatkan bahunya, ada yang memakai atasan ketat berwarna biru dengan bawahan rok mini, dan ada yang hanya memakai tanktop hitam dengan bawahan celana jeans ketat. 

Hanya aku yang memakai pakaian "wajar" mengenakan kaos putih berlengan panjang serta celana jeans (kompreng) semata kaki. Sebenarnya, aku juga ingin berpakaian modis seperti mereka, tetapi kata Bapak jika aku berpakaian seperti itu Bapak akan memukulku. Sebagai anak yang sedari kecil paham Bapak tak akan pernah bercanda dengan ucapanya hanya bisa menurut. 

Siang itu, kami berjalan ke mall dilanjutkan ke taman kota. Beberapa lelaki menyiuli kami (temanku) sesekali mereka berteriak  "Yang baju Merah" atau "yang pake rok mini" atau "yang tanktop hitam" aku tak pernah disebut oleh mereka karena ya memang, aku tak menarik. 

Sebenarnya aku yang mendengar merasa risih, tapi tidak bagi temanku ini mereka malah bangga. Padahal, kebanyakan lelaki ini, lelaki yang menggambar tato di tubuh mereka atau lelaki pemabuk yang sering kujumpai saat aku pulang les jam 8 malam sambil dibonceng Bapak. Oh jadi ini alasan Bapak melarangku untuk memakai pakaian terbuka. 

Setelah kelulusan, diantara kami berempat hanya aku yang masuk ke SMA negeri karena nilai yang bisa dikatakan lumayan. Ketiga temanku ini masuk ke SMA swasta yang katanya seragamnya lebih modis dan peraturannya tak seketat sekolah negeri. Yah mungkin ini jalannya untuk aku berpisah dengan mereka, toh semakin ke sini aku tak ada kecocokan berteman dengan mereka yang semkin membuatku insecure. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Hidup Hemat

Salah Angkat Telefon

Wajah Pas pas an