Bu Asri

Saya punya seorang kenalan, sebut saja Bu Asri. Beliau adalah seorang Ibu yang sangat baik kepada keluarganya, maupun kepada saya. 

Saya adalah seorang pekerja pabrik yang kebetulan kos di rumahnya. Setiap pagi, beliau selalu memberikan saya sarapan, pernah saya menolak, tetapi, beliau selalu memaksa untuk saya menerima makanan darinya.
 
Tak hanya itu, terkadang beliau juga sering mengajak saya dan teman-teman kos untuk berlibur. Ah, saya sangatlah bersyukur, selain kos di rumah beliau murah, beliau adalah seorang yang baik dan loman. 

Tapi, orang sebaik Bu Asri, rupanya mempunyai musuh yang sangat jahat, bahkan sampai mengancam untuk membunuh Bu Asri. Saya pun sedikit tak menyangka dan juga khawatir kalau sosok itu memang benar-benar akan membunuh Bu Asri. Lantas, saya terheran, mengapa orang seperti Bu Asri harus mempunyai musuh yang se keji itu ? 

Beberapa hari yang lalu, Bu Asri tidak terlihat batang hidungnya. Yang setiap pagi memberiku sarapan kini tak terlihat. Ah, mungkin beliau sedang bersembunyi dari musuh tersebut. Pikirku, setelah pulang kerja aku akan ke rumahnya untuk memastikan keadaannya. Ternyata, beliau diungsikan ke suatu tempat oleh keluarganya, katanya, beliau telah diserang oleh musuhnya dan kalau beliau di rumah sudah tidak aman lagi. Diajaklah saya ke tempat tersebut. Tempat yang dimana seorang tak berniat untuk memasukinya. 

Bu Asri terbaring kaku di atas bed rumah sakit dengan alat ventilator yang menancap di sekujur tubuhnya. Anak gadisnya, Wati, menemaninya di sebelahnya sambil terus menangis. Tak lama dokter datang untuk cek kondisi Bu Asri, setelah itu, dokter mencabut semua alat ventilator tersebut.
 
“Innalillahiwainnalilahi raji’un” 
Musuh itu telah berhasil membunuh Bu Asri. Yah, kanker otak stadium akhir adalah musuh Bu Asri. Selamat jalan Bu Asri, Engkau orang baik, semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Hidup Hemat

Salah Angkat Telefon

Wajah Pas pas an