bisikan

Hari ini, ketika aku akan makan terdengar suara "Jika kamu makan, aku akan murka, akan ku beri sakit dan nyeri di lidahmu itu". Oiya, di lidahku kan ada sariawan, dibuat berbicara saja lidahku sudah sakit apalagi makan, tetapi, perutku sangatlah lapar. 

Akhirnya aku mengambil segelas air putih dan menengguknya. Cekit cekit. Sakit sekali ketika sang air melewati sariawan yang meradang.

"HAHAHA rasakan itu, baru minum air putih sudah sakit, kan. Apalagi jika kau makan" oh suaranya sangat menggelegar. 

Aku pun memilih untuk rebahan diatas kasur empukku sambil menahan rasa lapar di perutku. Beberapa saat aku rebahan, terdengar suara lain. 

"Hai, mengapa kau tidak makan? Jika kau tidak makan, aku akan marah dan membuatmu merasakan sakit hingga kamu tidak bisa masuk kerja atau bahkan masuk rumah sakit, karena jika aku sudah benar-benar marah, ketika kamu makan aku akan menolaknya dan mengeluarkannya kembali" 
Suara itu terdengar lebih menggelegar 

Ternyata, itu adalah suara lambungku yang minta di isi. Aku pun bergegas ke meja makan untuk mengambil makanan. Saat aku sudah bersiap untuk makan, Si sariawan pun kembali marah "Hai, kau sudah melupakan rasa nyeri di lidahmu, tidak ingatkah kau tadi hanya minum air putih saja sudah nyeri, kan?" 

Aku pun berpikir, ah lebih baik aku merasakan nyeri di lidahku daripada lambungku marah, aku kembali mengingat saat itu, lambungku marah. Kalau dia sudah marah akan sangat menakutkan. Sama sekali, aku tidak bisa makan, minum bahkan beraktifitas. Hanya berbaring di atas kasur sambil merintih kesakitan. 

Sesuap nasi sudah masuk ke dalam mulutku, yang jelas mengenai sariawanku, dan terasa sakit sekali. Aku pun terus memaksanya hingga beberapa suap dan terdengar suara girang dari lambungku. 

Sesaat setelah makan aku masih merasakan si sariawan nyeri di lidahku. Dia terus marah. Mataku menuju ke arah tablet vitamin C yang terletak di atas meja, memang sudah jarang ku konsumsi. Aku pun mengambil beberapa butir dan ku taruh pas diatas sariawanku. Si sariawan terus marah hingga membuatku meneteskan air mata dan juga mengeluarkan air liur yang sangat banyak. Namun, setelah beberapa hari akh rutin melakukan itu, si sariawan pun menyerah dan pergi dari lidahku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Hidup Hemat

Salah Angkat Telefon

Wajah Pas pas an